Informasi ADHD Homeschooling

Bagi orang tua yang berminat untuk mengikuti  homeschool ( sekolah rumah ) bagi putra putrinya, dapat mendaftarkan diri ke Prima Mandiri Homeschooling, dimana kami memberikan konsultasi dan pengadaan guru-guru yang terlatih dalam menangani Spesial Need maupun ADHD sindrome. Kurikulum yang diberikan  dapat  disesuaikan dengan kemampuan siswa, sesuai dengan perkembangan siswa. Kami akan memberikan konsultasi dan pemantauan secara berkala atas perkembangan dari putra putri Anda. Silahkan masuk pada tautan di bawah :

klik di sini

Atau hubungi Yanuar di  telp: 0821 2584 6159 .  Selamat bergabung bersama kami agar putra putri Anda memperoleh pendidikan yang layak dan terbaik.

8 Comments »

  1. 1
    Dissy Says:

    Maaf pak bu saya mau mengetahui berapa biaya per jam untuk tutor pendamping anak hs adhd / jam apakah lebih mahal biaya nya dibanding anak normal. Untuk terdaftar sebagai murid distance learning di Prima Mandiri HS berapa biaya masuknya mohon penjelasan Thanks

    • Terima kasih Bu Dissy untuk pertanyaannya…
      Untuk biaya per jam tutor pendamping dari setiap lembaga homeschooling berbeda-beda (bervariasi). Semua itu tergantung kedekatan lokasi tempat pembelajaran dan jenjang pendidikan dari siswanya sendiri. Sedangkan untuk biaya, tidak ada perbedaan antara siswa HS dengan ADHD maupun lainnya. Namun jika siswa memiliki kecenderungan ADHD sebaiknya diberitahukan kepada pihak lembaga homeschooling sehingga penanganan dalam pembelajarannya dapat disesuaikan, dan guru atau tentor yang datang mengajar sudah mendapatkan pelatihan mengenai ADHD dan cara penanganannya. Untuk hal lain lebih lanjut dapat menghubungi kami di nomor telepon : 0821.2584.6159.

  2. bagaiman dengan anak disleksia?
    Pembelajaran’y seperti apa yang akan di berikan’y.
    ^_^

    serta
    Sekolah mana yang dapat menaungi speesial need in?

    trims

    • Terima kasih untuk pertanyaannya, Ibu Emalia…

      Bagi anak -anak yang dimasukkan dalam kelompok disleksia, (memiliki kesulitan dalam berbicara, menulis maupun berhitung ) peran keluarga sangatlah menjadi kunci utama. Dari usia 2 hingga 6 tahun harus rutin diberikan latihan-latihan yang menjadi kekurangannya. Misalnya dalam hal pengucapan kalimat. Kita sebagai orang tua sangat diperlukan waktu senggangnya dalam mengajaknya mengucapkan kalimat-kalimat rutinitas sehari-hari. Kalimat diucapkan dengan lebih lambat, namun dengan volume agak keras. Kesalahan demi kesalahan anak harus kita maklumi. Jangan lupa berikan pujian jika dia sudah mulai mencoba walaupun itu masih salah. (Misal : Wah… anak mama pintar yah…..) Ulangi terus beberapa kali. Bahkan untuk pengucapan kalimat yang panjang, perlu latihan pernafasan dengan memanjangkan tarikan nafas, dan meniupkan secara perlahan-lahan dengan mulut membentuk huruf O. (Hufff….. Tarik nafas panjang, tiup hufff…. . Seperti belajar bernyanyi. Mungkin dengan bermain/ belajar meniup balon juga bisa menjadi salah satu trik latihan ) Jangan mencelanya jika ada kesalahan dalam pelafalan ucapannya. Dan yang paling penting, setelkan video musik lagu-lagu anak, sehingga dia tertarik untuk mulai menyanyi. Kegiatan ini dapat membuatnya selalu ingin berkata-kata, meskipun awalnya belum jelas, namun berangsur-angsur akan membaik dan menjadi sempurna. Biarkan dahulu lafal yang kurang tepat, dan betulkan sebagian saja disaat dia dalam kondisi senang. Ulangi lagi pada lagu yang dia ingin mendengarkan dan mengikuti nyanyiannya. Itu hanya sebagai contoh, dan jangan sekali-kali kita mencela atas kekurangannya. Namun dengan sangat memanjakan juga salah. Jangan membedakan perlakuan antara kakak maupun adiknya, buat mereka sama seperti tidak terjadi kekurangan apa-apa. Kunci kesuksesan adalah kesabaran
      Bagi kegiatan membaca ataupun menulis, juga sama. Ajarkan pengenalan huruf dahulu, dengan pengucapan vokal maupun konsonan dengan benar. Tidak terlalu terburu-buru untuk membaca. Biasanya ini dilakukan ketika menginjak usia 4 hingga 5 tahun. Contohkan posisi mulut, lidah maupun nafas yang dikeluarkan. Dapat dilakukan sambil bermain atau belajar mewarnai yang menggunakan teks huruf yang dicetak besar. Jadi anak tidak berpikir untuk belajar, tapi bermain. Dan jangan lupa, pujian atas hal yang sudah dilakukannya. Berdasarkan pengalaman, sebaiknya jangan dahulu diajarkan pengucapan vokal dan konsonan dalam bahasa Inggris, karena akan ada kerancuan/kebingungan diingatannya. Anak boleh diajarkan membaca dalam bahasa Inggris jika sudah mampu membaca dalam bahasa Indonesia. Jadi tidak akan ada kekacauan dalam pengucapan kalimatnya kelak. Tapi menyanyi dan berbicara dalam bahasa Inggris tidak dilarang. (Hal-hal di atas hanya contoh aktivitas yang dapat dilakukan sehari-hari antara anak dengan orang tua)

      Ketika anak sudah memasuki masa sekolah, Ibu bisa mendaftarkannya di sekolah taman kanak-kanak umum, dimana dia juga harus belajar berinteraksi dengan teman sebayanya. Orang tua masih mudah mengawasi hingga ke sekolah dan mendapat berita mengenai perkembangannya. Dan untuk masuk di sekolah dasar, sebaiknya ketika sudah berusia 7 tahun, sehingga anak tidak terlalu muda dan mudah beradaptasi dengan sebayanya. Biarkan anak bermain, kita mengawasinya dari jauh saja.

      Sudah banyak sekolah formal yang dilengkapi personil guru untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Contohnya di Jakarta seperti HighScope, Cita Buana maupun Cikal. Sepengetahuan saya mereka mempersiapkan shadow teacher yang dibekali kemampuan untuk itu. Memang menjadikan biaya lebih mahal, namun itulah yang menjadikan mereka sekolah alternatif tujuan. Materi yang diajarkan juga relatif sama untuk setiap siswa dalam grade tertentu.

      Lain halnya dengan sekolah negeri, tidak ada guru atau divisi yang dilatih untuk menangani hal-hal seperti ini. Pemerintah telah menyediakan sekolah khusus seperti SLB yang notabene seluruh siswanya mengalami kekurangan. Kelas yang terdiri lebih dari 25 siswa bukan menjadi pilihan yang tepat. Saya lebih menyarankan kelas yang terbatas antara 5 sampai sepuluh orang. Juga disarankan apabila anak kita anggap sudah mampu berbaur dengan anak lainnya, sebaiknya mereka dimasukkan di sekolah yang bercampur dengan anak-anak biasa lainnya (kelas inklusi) . Dan mungkin ini membutuhkan saran dari seorang psikolog anak.

      Alternatif lain adalah menyekolahkan mereka di homeschooling yang dapat menangani anak-anak berkebutuhan khusus ini. Carilah homeschooling yang fleksibel dan memiliki personel guru yang dilatih untuk menanganinya. Mereka dapat memberikan materi pelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan setiap siswa. Sehingga kebutuhan anak akan pendidikan formal dan ijasah formalnya terpenuhi, serta dapat berkembang seiring bertambahnya usia anak.

      Terima kasih, semoga keterangan di atas dapat bermanfaat…

  3. 5
    yayuk Says:

    Maaf,Mau tanya Apakah mnyediakan shadow teacher unk ank2 tk ? Ank sy ada gejala adhd skrg sdh bisa komunikasi 2 arah wlpun msh yang sederhana . Mslhlah yg timbul adalah unk Skrg ini …hanya mslah prilaku dan emosi nya . Ketika Di srh sklh agak susah bnyk Alaskan. Ktika d srh bljr d rmh jg susah . Wlpun dari kognitif tdk ada mslah. Hasil tes IQ nya ktika usia 3,8 thn 120 d atas normal.
    Ksulitan mncari sdw teacher krn, kami tinggal d daerah cikarang bekasi .

    Oh iya ,ank sy msh mnjalani terapi .si dan OT. Per2 minggu di jkt .
    Trima kasih,

    Ibu Yyayuk

    • Sebenarnya untuk putra/putri Ibu yang masih TK belum membutuhkan shadow teacher yang membantunya melakukan kegiatan belajar di sekolah. Orientasi pendidikan di TK adalah mengajarkan anak untuk belajar sambil bermain bersama teman-teman sebayanya. Jadi tujuan utama adalah mendidik anak agar dapat bersosialisasi bersama teman-teman dan ibu gurunya. Guru di sekolah akan memberikan instruksi bermain, bernyanyi dan menggambar yang diselingi dengan sedikit pelajaran menulis, membaca dan berhitung. Jadi tujuan utama adalah membuat anak senang untuk bersekolah namun secara bertahap mampu menjadikan mereka dapat membaca, menulis dan berhitung, yang menjadi bonus kelak menuju SD. Selingan permainan juga memacu anak untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik ( keseimbangan /koordinasi ), kecerdasan interpersonal (hubungan dengan teman sebaya dan gurunya), kecerdasan spasial ( dengan mengidentifikasi benda ) dan kecerdasan lainnya.
      Jadi menurut hemat saya, sekolah di TK lebih banyak merangsang anak untuk menggunakan daya imajinatif , kreasi dan pergerakan motoriknya, bukan menghasilkan kemampuan dapat membaca, menulis dan berhitungnya.

      Jika Ibu berkenan, lebih baik menggunakan jasa gurunya untuk mengajar private/ tambahan di rumah. Ibu akan memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai perkembangan putra/putri Ibu Yayuk dan sang anak akan memperoleh kenyamanan kerena memperoleh guru yang dikenalnya. Sebaiknya guru yang diminta untuk pengajar private harus lebih tegas dan sabar, sebab bisa jadi sang anak akan mendominasi dalam proses belajarnya. Karena gurunya terlalu baik dan tidak memaksakan, maka hasil yang dicapai tidak optimal dan menjadi sia-sia.

      Terima kasih, Yanuar

  4. 7
    Evi Says:

    Bisa tolong rekomendasi sekolah SD di daerah jakarta barat. Anak saya laki, 6 thn. Terdeteksi asperger. Terima kasih.

    • Terima kasih, Bu Evi untuk datang ke blog kami.
      Sebenarnya saya saya tidak begitu mengetahui sekolah SD di Jakarta Barat yang dapat menangani siswa asperger. Namun untuk wilayah Jakarta Selatan saya dapat merekomendasikan beberapa sekolah yang layak dan fleksibel. Namun nama sekolah akan saya kirimkan ke email saja.
      Kriteria sekolah tersebut antara lain adalah harus memiliki personil guru yang memiliki pengetahuan tentang asperger syndrome. Juga ada shadow teacher, jika dibutuhkan. Untuk materi pendidikan formal biasanya tidak ada masalah, karena umumnya kecerdasan (IQ) mereka di atas rata-rata. Namun untuk olah raga dan kegiatan fisik lainnya sebaiknya harus ada penawaran, sebab tidak semua harus diikuti. Untuk menambah kekurangan juga dapat memanggil guru private dari sekolah yang bersangkutan.
      Sekolah juga harus memiliki pengawasan yang ketat terhadap anak muridnya sehingga tidak terjadi bullying di sekolah. Hal ini dikarenakan pada anak anak asperger masih memiliki kesulitan berkomunikasi dan kurangnya empati dengan sekitarnya sehingga banyak aturan-aturan sekolah nantinya akan dilanggar, tanpa disengaja.
      Terima kasih, semoga bermanfaat. Salam,… Yanuar.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: