SEKOLAH FORMAL:
1. Metode pembelajaran klasikal.
2. Memiliki kemungkinan terpengaruh pergaulan yang menyimpang, tawuran, penculikan anak dan jajanan malnutrisi.
3. Waktu belajar yang padat sehingga waktu istirahat dan hobby tidak tersalurkan.
4. Tidak memberikan toleransi atas kendala-kendala yang dialami siswa.
HOMESCHOOLING:
- Lebih memberikan kemandirian bagi siswa.
- Waktu luang lebih banyak sehingga dapat menyalurkan hobby seperti: modeling, acting, dsb.
- Keleluasaan menentukan tempat belajar, materi dan waktu belajar itu sendiri.
- Memiliki toleransi yang besar atas kendala-kendala yang dihadapi siswa baik itu secara emosional maupun mental.
apa punya kekurangan?
Terima kasih Bung Matew atas pertanyaannya.
Sebenarnya kekurangan atau kelebihan dari penerapan home school tergantung dari sudut pandang masing-masing. Waktu berinteraksi dengan guru yang relatif lebih sedikit membuat siswa / anak didik mungkin lebih sedikit menyerap pelajaran yang diberikan dibandingkan siswa di sekolah formal. Namun waktu luang yang lebih banyak dibandingkan siswa formal, menyebabkan anak dapat belajar hal atau bidang lain yang disukai dan lebih berguna untuk masa depannya. Misalnya anak berminat mempelajari mengenai robotik, maka dia dapat mengikuti kursus robotik di lembaga kursus yang ada. Atau kemampuan bahasa Inggrisnya lemah, maka bisa mengikuti kursus atau memanggil guru ke rumah. Lain halnya jika siswa homeschool termasuk yang kurang mendapat pengawasan orang tua, dia akan mengikuti kegiatan yang kurang bermanfaat, seperti bermain game online di rumah atau warnet.
Sedangkan siswa formal akan terpaku dengan materi pelajaran yang diberikan di sekolah dan ada keterbatasan waktu untuk mengikuti kegiatan lain yang menjadi minatnya. Jika dia mengikuti hobinya , maka umumnya pelajaran di sekolah akan banayak ketinggalan. Maka tidak jarang siswa sekolah formal,pada sore harinya sepulang sekolah akan mengikuti bimbingan belajar di lembaga kursus untuk bisa mengejar ketinggalan materi pelajarannya. Bahkan untuk sekolah formal yang memiliki siswa 15 hingga 40 orang setiap kelasnya, maka peluang untuk menyerap pelajaran dengan sempurna menjadi lebih kecil. Tidak semua siswa dapat ditampung pertanyaanya karena keterbatasan waktu, bahkan ada yang malu bertanya karena takut menjawab pertanyaan guru yang akan memberikan perhatian lebih kepadanya, jika ia banyak bertanya. Ditambah pula dengan keadaan kelas yang umumnya mulai gaduh setelah 30 menit pelajaran dimulai. Maka lembaga bimbingan belajar jualah akhirnya yang menjadi pernyempurna materi pelajaran yang di berikan di sekolah.